Headlines News :

Kulit Mangga Bisa Melangsingkan | Dapat Melindungi Seseorang dari Obesitas

Written By AKADEMI KIMIA ANALISIS CARAKA NUSANTARA on 20 Juni 2012 | 19.36

Jika Anda sedang berencana menurunkan berat badan, cobalah untuk mengonsumsi buah mangga, tapi jangan lupa juga untuk memakan kulitnya. Sebuah riset teranyar mengklaim, makan kulit mangga dapat melindungi seseorang terhadap obesitas.

Dalam temuannya, peneliti Australia menemukan bahwa kulit dari dua varietas mangga yang umum dijumpai yaitu mangga "Irwin" dan mangga "Nam Dok Mai", mengandung konsentrasi tinggi bioaktif yang mampu menghambat perkembangan sel-sel lemak manusia.

"Kita tahu mangga memiliki banyak sifat gizi sangat baik, tetapi butuh lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memahami senyawa alami yang kompleks yang ditemukan dalam mangga dan buah-buahan lainnya," kata peneliti, professor Mike Gidley dari Queensland Alliance.

Gidley mengatakan bahwa temuan ini bukanlah sesuatu yang aneh, karena kulit luar buah memang memiliki komposisi kimia yang sangat berbeda dengan daging buah.

"Analisis kimia lebih rinci dari kulit dan daging sangat berharga bagi petani mangga dan prosesor, yang selalu mencari cara baru untuk menambahkan daftar manfaat lain dari buah mangga," tambahnya.

Dalam kajiannya, peneliti menganalisis komponen kimia buah dengan mengambil ekstrak metanol dari kulit dan daging, dari tiga jenis buah mangga, seperti Irwin, Nam Dok Mai dan Kensington Pride.

Hasil analisa diketahui bahwa ekstrak kulit mangga jenis Kensington Pride dapat mempromosikan adipogenesis atau menyimpan sel-sel lemak, ketimbang dua jenis mangga lainnya. Sedangkan jenis buah mangga Irwin dan Nam Dok Mai secara signifikan justru mampu menghambat adipogenesis (proses awal sel lemak berubah menjadi sel lemak matang).

Namun kesamaannya, ekstrak daging mangga dari ketiga jenis mangga tersebut sama-sama tidak mampu menghambat penyimpanan lemak.

Profesor Greg Monteith dari University of Queensland School of Pharmacy mengatakan, ada banyak alasan mengapa kulit mangga memiliki kemampuan untuk mengikis lemak, sedangkan daging buahnya tidak.

"Sebuah interaksi yang kompleks dari senyawa bioaktif yang unik pada ekstrak kulit mangga mungkin bertanggung jawab atas hal ini, bukan karena komponen tunggal didalamnya," kata Monteith.

Temuan ini dipublikasikan dalam journal Food & Function. Peneliti berpendapat, temuan mereka dapat membantu produsen mengembangkan varietas buah mangga yang secara aktif membantu mengurangi obesitas.

"Obesitas dikaitkan dengan banyak kondisi penyakit kronis seperti diabetes mellitus, penyakit koroner dan kanker tertentu seperti payudara dan usus besar. Ada semakin banyak bukti yang mengaitkan peran senyawa phytochemical dalam penghambatan adipogenesis dan perlindungan terhadap obesitas," jelas peneliti.

"Hasil ini menunjukkan bahwa perbedaan dalam komposisi fitokimia antara kultivar mangga dapat mempengaruhi efektivitas mereka dalam menghambat adipogenesis dan beralih membidik kulit buah mangga sebagai sumber potensi Nutraceuticals (makanan yang memberikan manfaat kesehatan)," peneliti menyimpulkan. (kompas.com)

Mengenal Pengawetan dan Bahan Kimia

Written By AKADEMI KIMIA ANALISIS CARAKA NUSANTARA on 2 Februari 2011 | 23.00

MENGENAL PENGAWETAN DAN BAHAN KIMIA

Secara garis besar pengawetan dapat dibagi dalam 3 golongan yaitu :

1) Cara alami
2) Cara biologis
3) Cara kimiawi

1) PENGAWETAN SECARA ALAMI
Proses pengawetan secara alami meliputi pemanasan dan pendinginan.
2) PENGAWETAN SECARA BIOLOGIS
Proses pengawetan secara biologis misalnya dengan peragian (fermentasi).

Peragian (Fermentasi)
Merupakan proses perubahan karbohidrat menjadi alkohol. Zat-zat yang bekerja pada proses ini ialah enzim yang dibuat oleh sel-sel ragi. Lamanya proses peragian tergantung dari bahan yang akan diragikan.

Enzim
Enzim adalah suatu katalisator biologis yang dihasilkan oleh sel-sel hidup dan dapat membantu mempercepat bermacam-macam reaksi biokimia. Enzim yang terdapat dalam makanan dapat berasal dari bahan mentahnya atau mikroorganisme yang terdapat pada makanan tersebut. Bahan makanan seperti daging, ikan susu, buah-buahan dan biji-bijian mengandung enzim tertentu secara normal ikut aktif bekerja di dalam bahan tersebut. Enzim dapat menyebabkan perubahan dalam bahan pangan. Perubahan itu dapat menguntungkan ini dapat dikembangkan semaksimal mungkin, tetapi yang merugikan harus dicegah. Perubahan yang terjadi dapat berupa rasa, warna, bentuk, kalori, dan sifat-sifat lainnya. Beberapa enzim yang penting dalam pengolahan daging adalah bromelin dari nenas dan papain dari getah buah atau daun pepaya.

Enzim Bromalin
Didapat dari buah nenas, digunakan untuk mengempukkan daging. Aktifitasnya
dipengaruhi oleh kematangan buah, konsentrasi pemakaian, dan waktu penggunaan. Untuk memperoleh hasil yang maksimum sebaiknya digunakan buah yang muda. Semakin banyak nenas yang digunakan, semakin cepat proses bekerjanya.

Enzim Papain
Berupa getah pepaya, disadap dari buahnya yang berumur 2,5~3 bulan. Dapat
digunakan untuk mengepukan daging, bahan penjernih pada industri minuman bir, industri tekstil, industri penyamakan kulit, industri pharmasi dan alat-alat kecantikan (kosmetik) dan lain-lain. Enzim papain biasa diperdagangkan dalam bentuk serbuk putih kekuningan, halus, dan kadar airnya 8%. Enzim ini harus disimpan dibawah suhu 60o C. Pada 1 (satu) buah pepaya dapat dilakukan 5 kali sadapan. Tiap sadapan menghasilkan + 20 gram getah. Getah dapat diambil setiap 4 hari dengan jalan menggoreskan buah tersebut dengan pisau.

3) PENGAWETAN SECARA KIMIA
Menggunakan bahan-bahan kimia, seperti gula pasir, garam dapur, nitrat, nitrit, natrium benzoat, asam propionat, asam sitrat, garam sulfat, dan lain-lian. Proses pengasapan juga termasuk cara kimia sebab bahan-bahan kimia dalam asap dimasukkan ke dalam makanan yang diawetkan. Apabila jumlah pemakainannya tepat, pengawetan dengan bahan-bahan kimia dalam makanan sangat praktis karena dapat menghambat berkembangbiaknya mikroorganisme seperti jamur atau kapang, bakteri, dan ragi.

a) Asam propionat (natrium propionat atau kalsium propionat)
Sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang digunakan adalah 0,32 % atau 3,2 gram/kg bahan; sedngkan untuk bahan dari keju, dosis maksimum sebesar 0,3 % atau 3 gram/kg bahan.

b) Asam Sitrat (citric acid)
Merupakan senyawa intermedier dari asam organik yang berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat ini maudah larut dalam air, spriritus, dan ethanol, tidak berbau, rasanya sangat asam, serta jika dipanaskan akan meleleh kemudian terurai yang selanjutnya terbakar sampai menjadi arang. Asam sitrat juga terdapat dalam sari buah-buahan seperti nenas, jeruk, lemon, markisa. Asam ini dipakai untuk meningkatkan rasa asam (mengaturtingkat keasaman) pada berbagai pengolahan minum, produk air susu, selai, jeli, dan lain-lain. Asam sitrat berfungsi sebagai pengawet pada keju dansirup, digunakan untuk mencegah proses kristalisasi dalam madu, gula-gula (termasuk fondant), dan juga untuk mencegah pemucatan berbagai makanan, misalnya buah-buahan kaleng dan ikan. Larutan asam sitrat yang encer dapat digunakan untuk mencegah pembentukan bintik-bintik hitam pada udang. Penggunaan maksimum dalam minuman adalah sebesar 3 gram/liter sari buah.

c) Benzoat (acidum benzoicum atau flores benzoes atau benzoic acid)
Benzoat biasa diperdagangkan adalah garam natrium benzoat, dengan ciriciri berbentuk serbuk atau kristal putih, halus, sedikit berbau, berasa payau, dan pada pemanasan yang tinggi akan meleleh lalu terbakar.

d) Bleng
Merupakan larutan garam fosfat, berbentuk kristal, dan berwarna kekuning-kuningan. Bleng banyak mengandung unsur boron dan beberapa mineral lainnya. Penambahan bleng selain sebagai pengawet pada pengolahan bahan pangan terutama kerupuk, juga untuk mengembangkan dan mengenyalkan bahan, serta memberi aroma dan rasa yang khas. Penggunaannya sebagai pengawet maksimal sebanyak 20 gram per 25 kg bahan. Bleng dapat dicampur langsung dalam adonan setelah dilarutkan dalam air atau diendapkan terlebih dahulu kemudian cairannya dicampurkan dalam adonan.

e) Garam dapur (natrium klorida)
Garam dapur dalam keadaan murni tidak berwarna, tetapi kadang-kadang berwarna kuning kecoklatan yang berasal dari kotoran-kotoran yang ada didalamnya. Air laut mengandung + 3 % garam dapur. Garam dapur sebagai penghambat pertumbuhan mikroba, sering digunakan untuk mengawetkan ikan dan juga bahan-bahan lain. Pengunaannya sebagai pengawet minimal sebanyak 20 % atau 2 ons/kg bahan.

f) Garam sulfat
Digunakan dalam makanan untuk mencegah timbulnya ragi, bakteri dan warna kecoklatan pada waktu pemasakan.

g) Gula pasir
Digunakan sebagai pengawet dan lebih efektif bila dipakai dengan tujuan menghambat pertumbuhan bakteri. Sebagai bahan pengawet, pengunaan gula pasir minimal 3% atau 30 gram/kg bahan.

h) Kaporit (Calsium hypochlorit atau hypochloris calsiucus atau chlor kalk atau kapur klor)
Merupakan campuran dari calsium hypochlorit, -chlorida da -oksida, berupa serbuk putih yang sering menggumpal hingga membentuk butiran. Biasanya mengandung 25~70 % chlor aktif dan baunya sangat khas. Kaporit yang mengandung klor ini digunakan untuk mensterilkan air minum dan kolam renang, serta mencuci ikan.

i) Natrium Metabisulfit
Natrium metabisulfit yang diperdagangkan berbentuk kristal. Pemakaiannya dalam pengolahan bahan pangan bertujuan untuk mencegah proses pencoklatan pada buah sebelum diolah, menghilangkan bau dan rasa getir terutama pada ubi kayu serta untuk mempertahankan warna agar tetap menarik. Natrium metabisulfit dapat dilarutkan bersama-sama bahan atau diasapkan. Prinsip pengasapan tersebut adalah mengalirkan gas SO2 ke dalam bahan sebelum pengeringan. Pengasapan dilakukan selama + 15 menit. Maksimum penggunaannya sebanyak 2 gram/kg bahan. Natrium metabisulfit yang berlebihan akan hilang sewaktu pengeringan.

j) Nitrit dan Nitrat
Terdapat dalam bentuk garam kalium dan natrium nitrit. Natrium nitrit berbentuk butiran berwarna putih, sedangkan kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam air. Nitrit dan nitrat dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Sering digunakan pada danging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah daging.

Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1 % atau 1 gram/kg bahan yang diawetkan. Untuk nitrat 0,2 % atau 2 gram/kg bahan. Apabila lebih dari jumlah tersebut akan menyebabkan keracunan, oleh sebab itu pemakaian nitrit dan nitrat diatur dalam undang-undang. Untuk mengatasi keracunan tersebut maka pemakaian nitrit biasanya dicampur dengan nitrat dalam jumlah yang sama. Nitrat tersebut akan diubah menjadi nitrit sedikit demi sedikit sehingga jumlah nitrit di dalam daging tidak berlebihan.

k) Sendawa
Merupakan senyawa organik yang berbentuk kristal putih atau tak berwarna, rasanya asin dan sejuk. Sendawa mudah larut dalamair dan meleleh pada suhu 377oC. Ada tiga bentuk sendawa, yaitu kalium nitrat, kalsium nitrat dan natrium nitrat. Sendawa dapat dibuat dengan mereaksikan kalium khlorida dengan asam nitrat atau natrium nitrat. Dalamindustri biasa digunakan untuk membuat korek api, bahan peledak, pupuk, dan juga untuk pengawet bahan pangan. Penggunaannya maksimum sebanyak 0,1 % atau 1 gram/kg bahan.

l) Zat Pewarna
Zat pewarna ditambahkan ke dalam bahan makanan seperti daging, sayuran, buah-buahan dan lain-lainnya untuk menarik selera dankeinginan konsumen. Bahan pewarna alam yang sering digunakan adalah kunyit, karamel dan pandan. Dibandingkan dengan pewarna alami, maka bahan pewarna sintetis mempunyai banyak kelebihan dalam hal keanekaragaman warnanya, baik keseragaman maupun kestabilan, serta penyimpanannya lebih mudah dan tahan lama. Misalnya carbon black yang sering digunakan untuk memberikan warna hitam, titanium oksida untuk memutihkan, dan lainlain. Bahan pewarna alami warnanya jarang yang sesuai dengan yang dinginkan.

4. PROSES BEBAS KUMAN
Ada dua cara proses bebas kuman, yaitu sterilisasi dan pasteurisasi
Sterilisasi.

Adalah proses bebas kuman, virus, spora dan jamur. Keadaan steril ini dapat dicapai dengan cara alami maupun kimiawi.
Secara alami dapat dilakukan dengan:
- memanaskan alat-alat dalam air mendidih pada suhu 100oC selama 15 menit, untuk mematikan kuman dan virus;
- memanaskan alat-alat dalam air mendidih pada suhu 120 oC selama 15 menit untuk mematikan spora dan jamur.

Secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan antiseptik dan desinfektan.
a. Antiseptik
Merupakan zat yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Ada beberapa bahan yang sering digunakan sebagai antiseptik, antara lain:

1. Alkohol, efektif digunakan dengan kepekatan 50~70 %;untuk memecah protein yang ada dalam kuman penyakit sehingga pertumbuhannya terhambat.

2. Asam dan alkali, penggunaannya sama dengan alkohol.

3. Air raksa (hidrargirum=Hg), arsenikum (As) dan Argentum (Ag), yang bekerja melalui sistem enzim pada kuman penyakit.

4. Pengoksida, juga bekerja pada sistem enzim kuman penyakit. Terdiri dari iodium untuk desinfektan kulit dan chlor untuk desinfektan air minum.

5. Zat warna, terutama analin dan akridin yang dipakai untuk mewarnai kuman penyakit sehingga mudah untuk menemukan jaringan mana dari kuman tersebut yang akan dihambat pertumbuhannya.

6. Pengalkil, yang digunakan untuk memecah protein kuman sehingga aktifitasnya terhambat. Contohnya adalah formaldehid.

b. Desinfektan
Merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh kuman penyakit lainnya. Jenis desinfektan yang biasa digunakan hdala chlor atau formaldehid. Jenis ini lebih efektif bila dicampur dengan air terutama dalampembuatan es. Untuk menjaga kualitas ikan penggunaan chlor sebanyak 0,05 % atau 0,5 gram/liter air sangat efektif

c. Pasteurisasi
Dilakukan dengan memanaskan tempat yang telah diisi makanan atau minuman dalam air mendidih pada suhu sekurang-kurangnya 630C selama 30 menit, kemudian segera diangkat dan didinginkan hingga suhu maksimum 100C. Dengan cara ini maka pertumbuhan bakteri dapat dihambat dengan cepat
tanpa mempengaruhi rasa makanan dan minuman.

Laporan Praktikum Kimia Anorganik II - Kalsium dan Seng

Written By AKADEMI KIMIA ANALISIS CARAKA NUSANTARA on 12 Januari 2011 | 07.04

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II

oleh : Imanuddin Zulhastono, Ranita W.A. Saragih

AKADEMI KIMIA ANALISIS CARAKA NUSANTARA DEPOK 2010


KALSIUM DAN SENG

I. Tujuan
Mahasiswa dapat mengetahui reaksi-reaksi yang terjadi pada kalsium dan seng dengan zat-zat lain

II. Pendahuluan


kalsium (Ca) adalah logam putih ke abu-abuan yang mudah di oksidasi dan kalsium harus di simpan ditempat yang bebas dari oksigen atau uap air. Konfigurasi electron kalsium adalah [Ar] 4s2

seng (Zn) adalah logam kuning yang kurang reaktif daripada Na , K atau Ca. konfigurasi electron Zn2+ adalah [Ar] 3d10 4s2 . konfigurasi electron Zn2+ dan Ca2+ sangat berbeda pada 10 elektron 3d Zn2+ pada kemampuannya membentuk kompleks dan kelarutannya dalam sulfida-sulfidanya. Rumus ion kompleks yang terbentuk ketika Zn(OH)2 terurai dalam NaOH yang berlebih adalah [Zn(OH)4]2- namanya zink(II) tetra hidroksida.

III. Alat Dan Bahan

Alat yang di gunakan:
· Pipet tetes
· Tabung reaksi
· Erlenmeyer
Bahan yang digunakan:
· Larutan Ca(NO3)2 0.5M
· Larutan Zn(NO3)2 0.5M
· Larutan NaOH 6M
· Larutan HCl 1M
· Larutan NH3 6M
· Larutan Na2CO3 1M
· Aquadest

IV. Prosedur Kerja

  • Di siapkan 5ml larutan Ca(NO3)2 di tambah 45ml Aquadest pada Erlenmeyer1
  • Di siapkan 5ml larutan Zn(NO3)2 di tambah 45ml Aquadest pada Erlenmeyer 2
A. Reaksi Dengan Ion Hidroksida
  • Di siapkan 3ml larutan dalam erlenmeyer1 ke tabung reaksi di tambah 2tetes NaOH 6M, amati. lalu, di tambah 3ml NaOH 6M amati perubahannya.
  • Di siapkan 3ml larutan dalam erlenmeyer2 ke tabung reaksi di tambah 2tetes NaOH 6M, amati. lalu, di tambah tetes demi tetes NaOH 6M hingga endapan larut.
  • Di siapkan 3ml larutan dalam erlenmeyer2 ke tabung reaksi di tambah 2tetes NaOH 6M, amati. lalu, di tambah 2tetes HCl 1M amati perubahannya.
B. Reaksi Dengan Ammonia
  • Di siapkan 3ml larutan dalam erlenmeyer1 ke tabung reaksi di tambah 2tetes NH3 6M,amati. Lalu, ditambahkan 2ml aquadest dan 1ml NH3 6M. amati perubahannya.
  • Di siapkan 3ml larutan dalam erlenmeyer2 ke tabung reaksi di tambah 2tetes NH3 6M,amati. Lalu, ditambahkan tetes demi tetes NH3 6M hingga endapan larut.
C. Reaksi Dengan Ion Karbonat
  • Di siapkan 1ml Na2CO3 1M ke dalam tabung reaksi, ditambah 2ml larutan dalam Erlenmeyer 1. Amati perubahannya.
  • Di siapkan 1ml Na2CO3 1M ke dalam tabung reaksi, ditambah 2ml larutan dalam Erlenmeyer 1. Amati perubahannya.

V. Reaksi

a. Reaksi Dengan Ion Hidroksida

Ca(NO3)2 + 2NaOH → Ca(OH)2 ↓ + 2NaNO3
Zn(NO3)2 + 2NaOH → Zn(OH)2 ↓ + 2NaNO3
Zn(OH)2 ↓ + 2HCl → ZnCl2 + 2H2O

b. Reaksi Dengan Ammonia

Zn2++ 2H2O + 2NH3 ↔ Zn(OH)2 ↓ + 2NH4+
Zn(OH)2 ↓ + 4NH3 ↔ [Zn(NH3)4]2+ + 2OH-

c. Reaksi Dengan Ion Karbonat

Na2CO3 + Ca(NO3)2 → CaCO3 + 2NaNO3
Na2CO3 + Zn(NO3)2 → ZnCO3 + 2NaNO3

VI. Data Pengamatan
Di siapkan 5ml larutan Ca(NO3)2 0.5M di tambah 45ml Aquadest pada (Erlenmeyer1)
Di siapkan 5ml larutan Zn(NO3)2 0.5M di tambah 45ml Aquadest pada (Erlenmeyer 2)

Reaksi Dengan Ion Hidroksida

  • 3ml Ca(NO3)2 dalam erlenmeyer1+ 2tetes NaOH 6M → keruh putih

+ 3ml NaOH → ↓putih

  • 3ml Zn(NO3)2 dalam Erlenmeyer2 + 2tetes NaOH 6M → keruh putih

+ 3ml NaOH 6M → bening

  • 3ml Zn(NO3)2 dalam Erlenmeyer2 + 2tetes NaOH → keruh putih

+ 2tetes HCl 1M → bening


Reaksi Dengan Ammonia

  • 3ml Ca(NO3)2 dalam erlenmeyer1+ 2tetes NH3 6M → bening

+ 2ml aquadest + 1ml NH3 6M → keruh putih

  • 3ml Zn(NO3)2 dalam erlenmeyer2+ 2tetes NH3 6M → ↓putih

+ 1ml NH3 6M → bening, ↓hilang


Reaksi Dengan Ion Karbonat

  • 1ml Na2CO3 1M + 2ml Ca(NO3)2 dalam erlenmeyer1 → ↓putih,keruh,keruh
  • 1ml Na2CO3 1M + 2ml Zn(NO3)2 dalam erlenmeyer2 → ↓putih,keruh

VII. Pembahasan

  • Senyawa Ca(NO3)2 jika di reaksikan dengan NaOH akan terbentuk endapan. Hal ini karena Ca(NO3)2 merupakan garam yang bersifat basa
  • Senyawa Ca bila direaksikan dengan larutan ammonia tidak terbentuk endapan , karena kalsium hidroksida larut cukup banyak. Dengan zat pengendap yang telah lama di buat, mungkin akan timbul kekeruhan karena terbentuknya kalsium karbonat,
  • Pada reaksi ion karbonat endapan CaCO3 lebih banyak di bandingkan endapan ZnCO3 karena nilai kelarutan ksp ion Ca lebih kecil di bandingkan nilai kelarutan ksp ion Zn
  • Senyawa Zn yang direaksikan dengan NaOH beberapa tetes membentuk endapan Zn(OH)2 setelah penambahan NaOH berlebih maka endapan akan larut, karena Zn membentuk senyawa komplek [Zn(OH)4]2-
  • Zn merupakan logam berat yang termasuk dalam golongan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) jika kadar yang ada di perairan melebihi nilai ambang batas.
  • Senyawa Zn bila d reaksikan dengan ion hidroksida akan menghasilkan endapan seperti delatin yang putih yaitu zink hidroksida Zn(OH)2.

VIII. Kesimpulan
“Suatu senyawa yang memiliki nilai ksp lebih kecil maka semakin mudah terbentuk endapan, dan sebaliknya bila suatu senyawa memiliki nilai ksp lebih besar maka semakin mudah larut.”
“ion Zn merupakan amfoter sehingga dapat bereaksi pada senyawa asam maupun senyawa basa”

“ion Ca bersifat basa dan bereaksi dengan senyawa asam akan menghasilkan garam atau berbentuk endapan”


Daftar Pustaka
Svehla, G., 1979, Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro,
diterjemahkan olehS etiono, L. dan Pudjaatmaka, H.A ., PT KalmanMedia
Pustaka, Jakarta.

http://digilib.its.ac.id/ITS-Undergraduate-3100008033727/3699

Penuntun praktikum kimia anorganik II,

akademi kimia caraka nusantara

Unsur dan Senyawa Kimia

Written By AKADEMI KIMIA ANALISIS CARAKA NUSANTARA on 9 Januari 2011 | 12.33

Unsur dan Senyawa Kimia

Unsur kimia


Unsur kimia, atau hanya disebut unsur, adalah zat kimia yang tak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil, atau tak dapat diubah menjadi zat kimia lain denganmenggunakan metode kimia biasa. Partikel terkecil dari unsur adalah atom. Sebuah atom terdiri atas inti atom (nukleus) dan dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri atas sejumlah proton dan neutron. Hingga saat ini diketahui terdapat 116 unsur di dunia.

Gambaran umum
Hal yang membedakan unsur satu dengan lainnya adalah jumlah proton dalam inti atom tersebut. Misalnya, seluruh atom karbon memiliki proton sebanyak 6 buah, sedangkan atom oksigen memiliki proton sebanyak 8 buah. Jumlah proton pada sebuah atom dikenal dengan istilah nomor atom (dilambangkan dengan Z).
Namun demikian, atom-atom pada unsur yang sama tersebut dapat memiliki jumlah neutron yang berbeda; hal ini dikenal dengan sebutan isotop. Massa atom
sebuah unsur (dilambangkan dengan “A”) adalah massa rata-rata atom suatu unsur pada alam. Karena massa elektron sangatlah kecil, dan massa neutron hampir sama dengan massa proton, maka massa atom biasanya dinyatakan dengan jumlah proton dan neutron pada inti atom, pada isotop yang memiliki kelimpahan terbanyak di alam. Ukuran massa atom adalah satuan massa atom (smu).

Beberapa isotop bersifat radioaktif, dan mengalami penguraian (peluruhan) terhadap radiasi partikel alfa atau beta. Unsur paling ringan adalah hidrogen dan helium. Hidrogen dipercaya sebagai unsur yang ada pertama kali di jagad raya setelah terjadinya Big Bang. Seluruh unsur-unsur berat secara alami terbentuk (baik secara alami ataupun buatan) melalui berbagai metode nukleosintesis. Hingga tahun 2005, dikenal 116 unsur yang diketahui, 93 unsur diantaranya terdapat di alam, dan 23 unsur merupakan unsur buatan. Unsur buatan pertama kali diduga adalah teknetium pada tahun 1937. Seluruh unsur buatan merupakan radioaktif dengan waktu paruh yang pendek, sehingga atom-atom tersebut yang terbentuk secara alami sepertinya telah terurai.

Daftar unsur dapat dinyatakan berdasarkan nama, simbol, atau nomor atom. Dalam tabel periodik, disajikan pula pengelompokan unsur-unsur yang memiliki
sifat-sifat kimia yang sama.

Nomenklatur
Penamaan unsur telah jauh sebelum adanya teori atom suatu zat, meski pada waktu itu belum diketahui mana yang merupakan unsur, dan mana yang merupakan senyawa. Ketika teori atom berkembang, nama-nama unsur yang telah digunakan pada masa lampau tetap dipakai. Misalnya, unsur “cuprum” dalam Bahasa Inggris dikenal dengan copper, dan dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilah tembaga. Contoh lain, dalam Bahasa Jerman “Wasserstoff” berarti “hidrogen”, dan “Sauerstoff” berarti “oksigen”. Nama resmi dari unsur kimia ditentukan oleh organisasi IUPAC. Menurut IUPAC, nama unsur tidak diawali dengan huruf kapital, kecuali berada di awal kalimat. Dalam paruh akhir abad ke-20, banyak laboratorium mampu menciptakan unsur baru yang memiliki tingkat peluruhan cukup tinggi untuk dijual atau disimpan. Nama-nama unsur baru ini ditetapkan pula oleh IUPAC, dan umumnya mengadopsi nama yang dipilih oleh penemu unsur tersebut. Hal ini dapat menimbulkan kontroversi grup riset mana yang asli menemukan unsur tersebut, dan penundaan penamaan unsur dalam waktu yang lama (lihat kontroversi penamaan unsur).

Lambang kimia
Sebelum kimia menjadi bidang ilmu, ahli alkemi telah menentukan simbol-simbol baik untuk logam maupun senyawa umum lainnya. Mereka menggunakan singkatan dalam diagram atau prosedur; dan tanpa konsep mengenai suatu atom bergabung untuk membentuk molekul. Dengan perkembangan teori zat, John Dalton memperkenalkan simbol-simbol yang lebih sederhana, didasarkan oleh lingkaran, yang digunakan untuk menggambarkan molekul. Sistem yang saat ini digunakan diperkenalkan oleh Berzelius. Dalam sistem tipografi tersebut, simbol kimia yang digunakan adalah singkatan dari nama Latin (karena waktu itu Bahasa Latin merupakan bahasa sains); misalnya Fe adalah simbol untuk unsur ferrum (besi), Cu adalah simbol untuk unsur Cuprum (tembaga), Hg adalah simbol untuk unsur hydrargyrum (raksa), dan sebagainya.

Simbol kimia digunakan secara internasional, meski nama-nama unsur diterjemahkan antarbahasa. Huruf pertama simbol kimia ditulis dalam huruf kapital, sedangkan huruf selanjutnya (jika ada) ditulis dalam huruf kecil.

Simbol non-unsur
Non unsur, khususnya dalam kimia organik dan organometalik, seringkali menggunakan simbol yang terinspirasi oleh simbol-simbol unsur kimia. Berikut adalah contohnya:

Cy – sikloheksil; Ph – fenil; Bz – benzoil; Bn – benzil; Cp – Siklopentadiena; Pr –
propil; Me – metil; Et – etil; Tf – triflat; Ts – tosil; Hb – hemoglobin.

Senyawa kimia

Senyawa kimia adalah zat kimia yang terbentuk dari dua atau lebih unsur kimia, dengan rasio tetap yang menentukan komposisi. Contohnya, dihidrogen
monoksida (air, H2O) adalah sebuah senyawa yang terdiri dari dua atom hidrogen untuk setiap atom oksigen. Umumnya, rasio tetap ini harus tetap karena sifat fisikanya, bukan rasio yang dipilih manusia. Oleh karena itu, material seperti kuningan, superkonduktor YBCO, semikonduktor “aluminium galium arsenida“, atau coklat dianggap sebagai campuran atau aloy, bukan senyawa.

Ciri-ciri yang membedakan senyawa adalah dia memiliki rumus kimia. Rumus kimia memerikan rasio atom dalam zat, dan jumlah atom dalam molekul tunggalnya (oleh karena itu rumus kimia etena adalah C2H4 dan bukan CH2. Rumus kimia tidak menyebutkan apakah senyawa tersebut terdiri atas molekul;contohnya, natrium klorida (garam dapur, NaCl adalah senyawa ionik. Senyawa dapat wujud dalam beberapa fase. Kebanyakan senyawa dapat berupa zat padat. Senyawa molekuler dapat juga berupa cairan atau gas. Semua senyawa akan terurai menjadi senyawa yang lebih kecil atau atom individual bila dipanaskan sampai suhu tertentu (yang disebut suhu penguraian). Setiap senyawa kimia yang telah dijelaskan dalam literatur memiliki nomor pengenal yang unik, yaitu nomor CAS.

Jenis senyawa
  • €€€€€€€ asam
  • €€€€€€€ basa
  • €€€€€€€ senyawa ionik
  • €€€€€€€ garam
  • €€€€€€€ oksida
  • €€€€€€€ senyawa organik

Pengaruh Silika gel (Aerosil) pada Membran Elektrolit Berbasis Polieter-eter keton

Written By AKADEMI KIMIA ANALISIS CARAKA NUSANTARA on 2 Januari 2011 | 23.16

Pengaruh Silika gel (Aerosil) pada Membran Elektrolit Berbasis Polieter-eter keton

Singgih Hartanto1,2 , Lin Marlina2, Sri Handayani2, Latifah2

  1. 1. Akademi Kimia Analisis Caraka Nusantara Depok , Komp Timah Kelapa Dua Depok
  2. 2. Jurusan Teknik Kimia – FTI - Institut Teknologi Indonesia., Jl. Raya Puspiptek Serpong, Tangerang 15320. Telp.: 021-7561092

Abstrak
Perkembangan teknologi bahan bakar alternatif khususnya dibidang sel bahan bakar, perlu ditunjang teknologi material pendukungnya. Salah satu material yang digunakan pada sel bahan bakar adalah membran yang terbuat dari polimer fluoro-karbon aromatik yang tersulfonasi (nafion). Permasalahan yang timbul pada nafion sebagai membran polimer elektrolit pada aplikasi Direct Methanol Fuel cell (DMFC) adalah adanya permeabilitas metanol melalui membran (methanol cross over) . Methanol cross over menyebabkan sebagian bahan bakar (metanol) yang digunakan hilang tetapi juga menyebabkan katoda tergenang yang berakibat laju reaksi di katoda menjadi lebih lambat yang berarti menurunkan nilai voltase sel secara keseluruhan. Upaya untuk mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan polimer polieter-eter keton yang tersulfonasi (SPEEK) karena polimer ini memiliki kestabilan kimia, mekanik dan panas yang baik. Untuk meningkatkan konduktivitas ionik dari SPEEK perlu dimodifikasi dengan menambahkan aditif SiO2 . Penambahan SiO2 3% berat dapat meningkatkan konduktivitas sampai 0,14 S/cm dan permeabilitas metanol 10 kali lebih rendah dibanding tanpa SiO2

Abstract
The fuel cell has been developed as a promising alternative for energy conversion. Nafion, the fluorinated membrane has been intensively used for Direct Methanol Fuel Cell (DMFC). They show high proton conductivity and chemical stability, but the methanol permeability is too high. Sulfonated polyether ether ketone, with potentially lower cost used for Direct Methanol Fuel Cell (DMFC). This polymer have been chemical, mechanic and thermal stability. The main purpose of this work is to provide a general method for reducing the methanol permeability in proton conductive polymers by inorganic modification with SiO2 and Al2O3 addition to the polymer. The result indicated that the addition of 3% SiO2 to the polymer can be to increasing conductivity and reduce the permeability.

Kata kunci : Poli eter-eter keton, SiO2, Al2O3

Pendahuluan
Ketergantungan manusia terhadap minyak bumi dan semakin berkurangnya cadangan minyak bumi telah mendorong manusia untuk menemukan bahan bakar alternatif. Sekarang telah berkembang bahan bakar gas, listrik, baterai, fuel cell, biodisel, dan lain-lain. Sel Bahan bakar (Fuel Cell]) adalah suatu piranti pembangkit yang menghasilkan listrik langsung melalui proses elektrokimia dengan gas Hidrogen (H2) sebagai bahan bakar dan Oksigen sebagai oksidator. Penggunaan fuel cell diharapkan dapat menekan ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar minyak dan akan mengurangi rusaknya lapisan atmosfer akibat emisi.


Prinsip kerja dari sel bahan bakar ini sangat mirip sekali dengan baterai (accu) di mana keduanya sama-sama mempunyai komponen utama elektroda dan elektrolit. Perbedaannya terletak pada fungsinya, di mana pada sel bahan bakar selain berfungsi untuk menyimpan tenaga listrik, dapat pula difungsikan sebagai penghasil tenaga listrik saja. Tenaga pembangkit energi listrik melalui penggunaan sel bahan bakar ini merupakan teknologi dengan biaya relatif murah, beresiko rendah, dapat dibuat dalam kapasitas kecil sampai besar, dengan efesiensi sistem yang tinggi serta tidak menimbulkan polusi. Dari segi lingkungan hidup pemanfaatan fuel cell di sektor transportasi akan mengurangi tingkat pencemaran udara di kota besar karena emisi buang sel bakar ini berupa uap air. Oleh karena itu Fuel Cell merupakan salah satu energi alternatif yang menjanjikan.


Saat ini jenis-jenis Fuel cell dikenal dalam lima kategori, yaitu Alkaline Fuel cell (AFC), Phosforic Acid Fuel cell (PAFC), Molten Carbonate Fuel cell (MCFC), Solid Oxide Fuel cell (SOFC), Solid Polymer Electrrolyte Fuel cell (SPEFC). SPEFC berbahan hydrogen disebut Polymer Electrolyt Membran Fuel cell (PEMFC) sedangkan yang berbahan methanol disebut Direct Methanol Fuel cell (DMFC) [Carette, 2001].


Membran merupakan salah satu komponen yang sangat penting yang digunakan pada Fuel cell. Komponen ini berfungsi untuk memisahkan reaktan dan sebagai sarana transportasi ion hydrogen (H+) yang dihasilkan oleh reaksi anoda menuju katoda. Karakteristik membran elektrolit untuk aplikasi DMFC adalah konduktivitas ionik yang besar, menghindari adanya permeabilitas methanol serta kestabilan kimia dan mekanik.


Saat ini membran yang banyak digunakan untuk aplikasi PEMFC/DMFC adalah membran yang terbuat dari fluoro-polimer dengan menambahkan rantai cabang yang mengandung gugus sulfonat, membran ini dikenal dengan nama Nafion. Kemampuan Nafion untuk penghantar proton sudah cukup efisien dengan konduktivitas sekitar 0,082 S/cm [Informasi produk DuPontTM] . Namun permasalahan utama dari system DMFC ini adalah adanya permeabilitas metanol melalui membran (methanol cross over) yang sulit dihindari. Methanol cross over tidak hanya menyebabkan sebagian kecil bahan bakar (metanol) yang digunakan hilang tetapi juga menyebabkan katoda tergenang yang berakibat laju reaksi di katoda menjadi lebih lambat yang berarti menurunkan kerja voltase sel secara keseluruhan.


Dalam rangka mengurangi Methanol crossover melalui membran, ada dua pendekatan yaitu modifikasi struktur membran konvensional (Nafion) atau pengembangan membran polimer elektrolit (+ modifikasi). Modifikasi Nafion dilakukan dengan menambahkan aditif anorganik seperti SiO2, Al2O3, Zr2O3 [Arico et al., 2003]
Salah satu polimer aromatik yang menarik perhatian sebagai membran elektrolit pada aplikasi DMFC adalah polieter-eter keton (PEEK) karena selain dari karakteristik polimer tersebut yang bisa tahan untuk aplikasi DMFC, polimer tersebut juga cukup mudah dan sederhana dalam proses sulfonasinya yaitu menggunakan asam sulfat pekat. Proses sulfonasi dapat dikontrol oleh waktu atau suhu operasi [Mikhaelenko et al., 2001; Lei Li et al., 2003 ; Xing et al., 2004; Othman, 2005; Handayani et al., 2006].


Untuk dapat meningkatkan konduktivitas ionik dan menurunkan permeabilitas metanol perlu juga dilakukan modifikasi pada polieter-eter keton yang sudah tersulfonasi (SPEEK) yaitu dengan menambahkan aditif anorganik SiO2. Pada makalah ini, akan dipelajari pengaruh SiO2 terhadap karakteristik membran polieter-eter keton tersulfonasi. Karakteristik yang diukur adalah konduktivitas ionik, permeabilitas metanol, daya serap membran (swelling) terhadap air dan metanol, dan analisa kualitatif dengan FTIR.

Metodologi
Bahan Penelitian
PEEK-450-P, Victrex., SiO2 (Aerosil), Al2O3, asam sulfat pekat (Merck) , n-methyl-2-pyrrolidone .

Proses Sulfonasi PEEK
PEEK sebanayak 5 gram dilarutkan dengan 100 ml asam sulfat pekat (Merck, 95-98%) pada suhu 50 oC dan waktu 3 jam sambil diaduk kuat. Untuk mengakhiri reaksi, larutan polimer tersebut diendapkan dalam air dingin akan terbentuk polimer padat dan didiamkan semalaman. Polimer tersebut dipisahkan dari campurannya dan dicuci dengan aquadest secara berulang-ulang hingga pH netral, setelah itu dikeringkan dengan oven.

Pembuatan Membran
Pembuatan membran dengan metode inversi fasa, yaitu PEEK yang telah tersulfonasi (SPEEK) dilarutkan dalam n-methyl-2-pyrrolidone sambil diaduk hingga larut kira-kira 3 jam kemudian tambahkan aditif dan diteruskan pengadukannya hingga waktu 6 jam. Setelah itu campuran tersebut didiamkan semalaman, dan diultrasonik selama 30 menit. Kemudian dilanjutkan dengan pencetakan membran menggunakan doctor blade pada pelat gelas. Membran yang sudah dicetak kemudian dikeringkan dengan oven. Variasi konsentrasi SiO2 adalah 0%, 3%, 5%, 10% dan 15%, sedangkan variasi konsentrasi Al2O3 adalah 0%, 3%, 5%, 10% dari berat polimer.

Karakteristik Membran

  • Swelling air dan metanol pada membran

Sampel membran dikeringkan dalam oven, kemudian ditimbang, didapat berat kering membran (wkering). Kemudian sampel membran tersebut direndam dalam air (metanol 1 M) selama 24 jam pada suhu kamar. Kemudian sampel membran yang telah direndam air (metanol 1 M) ditimbang dan didapatkan berat basah membran (wbasah).
Swelling air (metanol) pada membran dihitung menggunakan persamaan (1) [Carmen, 2002] :

(1)

  • Konduktivitas Ionik

Pengukuran konduktivitas ionik pada membran menggunakan metode arus bolak-balik impedansi komplek spektroskopi (ac impedance complex spectroscoy Solatron 1260. Skema alat sel konduktivitas dapat dilihat pada beberapa jurnal [Y.Woo et al., 2003, Handayani et al., 2006] :
(2)

R adalah nilai impedansi yang diperoleh dari pada ac impedance complex spectroscopy Solatron 1260, pada frequensi 1 Hz – 1 MHz dan voltase 20 mV.

  • Permeabilitas metanol

Permeabilitas metanol diukur pada suhu kamar menggunakan metode difusi sel menggunakan persamaan (6). Skema alat seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. Membran diletakkan diantara dua sel (A dan B). Mula-mula sel A berisi larutan metanol 2 M (CA) sebagai sisi umpan, dan sel B berisi aquades sebagai sisi permeat. Masing-masing sel diaduk selama 6 jam, kemudian larutan di sel B dianalisa konsentrasi metanolnya (CB).Sebelum diukur membran direndam dengan aquades selama 5 jam. Konsentrasi metanol diukur berdasarkan densitas larutan.
Persamaan untuk menghitung permeabilitas metanol [J Won et al., 2003] adalah sebagai berikut:

(3)

DK adalah permeabilitas metanol, cm2/s.

Gambar 1. Sel Difusi

  • Struktur membran elektrolit

Analisa kualitatif struktur membran elektrolit dapat dianalisa menggunakan spektroskopi FTIR. Spektrum FTIR diukur pada daerah bilangan gelombang 400-4000 cm-1. Sampel membran yang diukur hanya pada membran yang mempunyai karakteristik yang terbaik.

Hasil dan Pembahasan

  • Swelling air dan metanol pada membran

Uji swelling air untuk mengetahui seberapa besar air yang diserap membran karena air pada permukaan membran berfungsi sebagai media tranport proton.
Pada Gambar 2 dapat dilihat bahwa semakin besar konsentrasi SiO2 yang ditambahkan maka semakin besar nilai persen sweeling air pada membran. Penambahan 3-5 % SiO2 meningkatkan sweeling air sekitar 20% dari tanpa aditif , dan meningkat menjadi 75-100% setelah penambahan SiO2 10-15%. Semakin besar swelling air akan membuat media transport proton menjadi lebih mudah. Meningkatnya swelling air dikarenakan SiO2 bersifat higroskopik sehingga mudah mengadsorpsi air pada permukaan dan meningkatkan sifat menahan air. Tetapi pada penambahan aditif Al2O3 3% ternyata swelling lebih rendah dibanding dengan tanpa aditif, dan mulai meningkat sejalan dengan penambahan Al2O3 yang lebih besar lagi hingga 10%, tetapi masih rendah dibanding dengan tanpa aditif. Jika dilihat dari daya serap air membran ternyata SiO2 lebih bersifat mudah menyerap air dibanding dengan Al2O3. Al2O3 bersifat amfoter sehingga dapat bereaksi dengan zat yang bersifat asam maupun basa. Penambahan Al2O3 pada membran akan menyebabkan reaksi antara Al2O3 dengan membran karena membran bersifat asam sehingga sifat mengadsorbsi membran terhadap air juga menurun.

Pada penambahan 3% SiO2 maka sweeling air pada membran bertambah. Hal ini dikarenakan metanol memiliki sifat yang mirip dengan air yang bersifat polar, sehingga dapat terserap juga oleh silika gel yang bersifat higroskopik dan mempunyai luas permukaan yang besar.

Gambar 2. Pengaruh konsentrasi aditif terhadap swelling air.

Gambar 3. Pengaruh konsentrasi aditif terhadap swelling metanol.

Uji sweeling metanol dilakukan untuk mengetahui daya serap polimer terhadap metanol yang erat kaitannya dengan methanol cross over pada sistem DMFC yang menggunakan bahan bakar metanol. Terlihat dari Gambar 5.1 bahwa semakin besar konsentrasi SiO2 maka semakin besar persen sweeling metanolnya. Hal ini dikarenakan metanol memiliki sifat sama seperti air yang bersifat polar, sehingga dapat terserap juga oleh silika gel yang bersifat higroskopik dan mempunyai luas permukaan yang besar. Kecenderungan yang sama terjadi pada penambahan Al2O3 dimana semakin besar konsentrasi Al2O3 yang ditambahankan akan semakin besar swelling metanol pada membran tetapi masih lebih tinggi dibanding dengan tanpa menggunakan aditif Al2O3.

  • Konduktivitas Ionik

Dari Gambar 4 dapat terlihat bahwa nilai konduktivitas ionik untuk membran yang ditambahkan SiO2 lebih tinggi dibandingkan dengan membran yang tanpa SiO2 (0%). Nilai konduktivitas ionic terbesar (0,14 S/cm) yaitu pada pemakaian SiO2 3% dari berat polimer dan nilai ini lebih besar dibandingkan dengan konduktivitas ionic dari Nafion. Konduktivitasnya menurun setelah penambahan SiO2 diatas 3% (5% -15%), hal ini disebabkan adanya reaksi antara SiO2 dengan air yang teradsorbsi pada membrane membentuk asam silikat yang bersifat asam lemah. Semakin banyak SiO2 yang ditambahkan maka kecenderungan asam silikat dalam bentuk molekul juga semakin besar sehingga konduktivitas ionic akan menurun. Tetapi pada penambahan Al2O3 , konduktivitas ionic menurun seiring dengan semakin banyaknya Al2O3 yang ditambahkan. Untuk nilai konduktivitas ionik yang tertinggi didapat pada penambahan aditif sebanyak 3%, sehingga didapat konsentrasi untuk penambahan aditif yang optimum adalah 3% yaitu nilai konduktivits ionik sebesar 0.14 S/cm.

Untuk nilai konduktivitas ionik yang tertinggi didapat pada penambahan aditif sebanyak 3%, sehingga didapat konsentrasi untuk penambahan aditif yang optimum adalah 3% yaitu nilai konduktivits ionik sebesar 0.14 S/cm.


Gambar 4. Pengaruh konsentrasi aditif terhadap konduktivitas ionik.

  • Permeabilitas metanol

Permeabilitas adalah kemampuan membran untuk melewatkan senyawa spesifik. Analisa ini sangat erat hubungannya dengan methanol cross over pada sistem DMFC, dimana kelemahan sistem DMFC adalah methanol cross over, sehingga untuk mengurangi terjadinya perpindahan metanol dan meningkatkan efesiensi alat untuk menghasilkan arus maka diusahakan membran elektrolit yang digunakan memiliki nilai permeabilitas metanol yang kecil.

Gambar 5. Pengaruh konsentrasi SiO2 dan Al2O3 terhadap permeabilitas metanol

Dari Gambar 5 dapat terlihat bahwa penambahan silika maka nilai permeabilitas metanol untuk membran elektrolit lebih kecil. Hal ini disebabkan silika dapat menyerap metanol kedalam permukaan silika sehingga sebagian besar metanol tidak melewati membran dan kecenderungan yang sama terjadi pada penambahan Al2O3. Selain itu dengan adanya penambahan silika dan alumina tidak terbentuk membran berpori sehingga pindahnya metanol melalui membran sangat sedikit maka didapat nilai permeabilitas metanol yang kecil.
Membran yang ada sekarang banyak digunakan memiliki permeabilitas 3,56.10-6 cm2/s (Nafion), tetapi dari hasil analisa membran SPEEK dengan silika diperoleh nilai permeabilitas yang lebih kecil. Dari semua data permeabilitas yang paling kecil nilainya adalah membran dengan silika gel 15%

  • Fourier-Transform Infra Red (FTIR)

Analisa FTIR digunakan untuk melihat adanya gugus sulfonat didalam membran sPEEK yang diakibatkan karena proses sulfonasi. Pada analisa ini spektrum yang diambil adalah pada daerah bilangan gelombang 4000 cm-1 hingga 400 cm-1. Gambar 6. menunjukkan kurva spektrum infra merah dari sPEEK + SiO2 3% yang menunjukkan puncak dari gugus sulfonat, yaitu pada bilangan gelombang 1118.89 cm-1 dengan penyerapan sebesar 1.7. Hal ini dikarenakan adanya penambahan silika gel dapat menggeser gugus sulfonat sehingga terletak pada bilangan gelombang yang berbeda dan terlihat bahwa dalam karakteristik membran tersebut tidak hanya sulfonat yang berperan dalam menghantarkan proton tetapi silika gel dapat mempengaruhi jalannya proton


Gambar 6. Hasil Analisa FTIR sPEEK + SiO2 3%

Kesimpulan

Konduktivitas dan permeabilitas membran polieter eter keton tersulfonasi –SiO2 sangat erat hubungannya sifat keasaman permukaan membran. Sifat tersebut dipengaruhi oleh sifat fisik air dan aditif yang diadsorpsi pada membran. Konduktivitas maksimum yaitu 0,14 S/cm dan permeabilitasnya 11x10-8 cm/s terjadi pada penambahan aditif SiO2 3% ke dalam membran. Nilai parameter ini lebih baik dari pada yang ditunjukkan oleh membran Nafion.

DAFTAR PUSTAKA

  • Manea Carmen and Marcel Mulder, 2002, “Characterization of Polymer Blends of Sulfonated Polyetheretherketone for Direct Methanol Fuel Cell Applications”, dalam Journal of Membrane Science no 206 hlm 443-253.
  • Arico,A.S, 2003, “FTIR Investigation of Inorganic Fillers for Composite DMFC Membranes”, Journal Electrochemistry Comunication, Vol 5 pg 862-866
  • Othman, 2005. Organic/inorganic Hybrid Membrane for Direct Methanol Fuel Cell Applications. The 3rd Regional Symposium on Membrane Technology for Industry and Environtmental Protection, ITB, Bandung
  • Jung, D.H, 2002, “performance evaluation of a Nafion/Silicon oxide hybrid membranes for direct methanol fuel cell”, Journal of power sources vol. 106 pg 173-177
  • Carette, L, K.A. Friedrich, and U.stimming, 2001, “Fuel Cell-fundamentals and Aplications”, Fuel Cell, volume 1 No. 1, hal 5-39.
  • Carmen Mane, Marcel Mulder. (2002). New Polimeric electrolyte membranes based on proton donor proton acceptor properties for direct methanol fuel cells. Desalination, (147), 179-182.
  • Zhou, W. J. et al. (2003). Performance Comparison of Low-Temperature Direct Alcohol Fuel Cells with Different Anode Catalysts. (Article in Press) Journal of Power Sources xxx xxx-xxx.

Bahaya Merokok Studi Mata Kuliah Dasar

Written By AKADEMI KIMIA ANALISIS CARAKA NUSANTARA on 29 Desember 2010 | 22.32

Bahaya Merokok Studi Mata Kuliah Dasar

Saya yakin banyak diantara kita termasuk juga Saya dan Anda yang cukup paham bahwa merokok itu merusak kesehatan tubuh, terutama jantung yang kemudian mengganggu saluran pernafasan. Meskipun secara medis Kita tidak memahami betapa bahaya merokok sangat sangat riskan, namun cukuplah bagi kita untuk sedikit sedikit mengerem kebiasaan merokok.

Berangkat dari kesederhanaan pengetahuan kita tentang bahaya merokok, saya ingin mengajukan pertanyaan: Apa arti bahaya merokok bagi Anda?

Untuk saya persoalan stop merokok dan ancaman bahaya merokok semua bergantung pada sejauh mana pengetahuan kita, seberapa dalam kita mengenal rokok. Untuk itu mari kita membedah apa saja yang terkandung dari “Bahaya Merokok”?. Sebelumnya kita perhatikan mindmapping atau gambar bahaya merokok yang berikut ini:

gambar bahaya merokok

Mapping Bahaya Merokok

Nah, berhubung postingan kali ini tentang mata kuliah dasar, maka saya akan memulainya dari kategori pengidap. Apa apa saja bahaya merokok yang mengintai para pengidapnya:

Perokok Aktif

Zat Kimia - Setidaknya ada 4000 jenis bahan kimia berbahaya yang dikandung rokok diantaranya arsinekum, dan sianida. Sementara diantara 4000 bahan kimia tersebut, sekurang ada 40 zat kimia yang sangat sangat berbahaya dan dikategorikan penyebab penyakit kanker. Celakanya sekian banyak zat kimia ini pun juga dinikmati perokok aktif dan pasif.

Candu - terkait dengan salah satu zat kimia yang menjadi sajian formula batang rokok. Selain ituh bahan kimia tersebut ternyata ikut menyerang beragam jaringan tubuh vital diantaranya otak, jantung, pembuluh darah. Hal ini berarti, Nikoton cs secara perlahan mempengarungi tubuh kita untuk terus meminta dan terus menerus ditelanjangi yang pada akhirnya mematikan semua fungsi vital tubuh kita.

Transisi - Perlu disadari asap rokok yang dihirup perokok aktif dan pasif mengandung karbon monoksida. Dengan masuknya karbon monoksida ini berarti terjadi pergantian fungsi oksigen di sel sel darah dan kemudian mengambil berbagai zat makanan dari jantung, otak, dan beberapa jaringan tubuh lainnya. Beberapa tanda tandanya adalah, Anda tak bisa lagi merasakan lezatnya makanan seperti sebelumnya. Ini ditandai dengan Anda yang perlu menghisap rokok disetiap akhir santap makan.

Perokok Pasif

  • Seperti halnya perokok aktif, penderita asap rokok ini pun terpaksa ‘menikmati’ bahaya rokok yang terkandung di asapnya yakni ancaman penyakit jantung dan kanker paru paru.
  • Bagi anak anak yang sering menjadi perokok pasif beresiko besar menderita infeksi telinga, peunomia dan bronkitis.
  • Kematian mendadak bagi ballita atau bagi yang ketika sedang dalam kandungan, sang ibu termasuk perokok rutin.

Sekian mata kuliah dasar tentang bahaya merokok, semoga tidak ada kesalahan dari pemahaman saya dan jika salah mohon koreksinya dari Dr. Arie , Dr. Andaka ataupun Dr. Yanuar dan juga para dokter dokter lainnya. Nah, Di artikel berikutnya kita akan membahas lebih dalam lagi tentang Zat yang terkandung dalam rokok. Nah, dari pengetahuan dasar ini saya ingin bertanya.

Masih kah Anda menjadi penikmat rokok?


Sumber : http://kesehatan.kompasiana.com

Waspada Nugget Ber-formalin

Waspada Makanan "Nugget" Formalin

Saat ini kembali merebak isu makanan yang mengandung bahan kimia yang sangat berbahaya apabila dikonsumsi khususnya anak-anak. Penganan kegemaran anak-anak ini ternyata ada yang membuatnya dari ayam tiren (mati kemaren) atau bangkai ayam dan ikan busuk. Untuk menyamarkan bau busuk pembuat menggunakan formalin bahkan ada yang menggatinya dengan natrium benzoat melebihi ambang batas(mestinya 1000 tapi ternyata 2.250mg), terlebih lagi bahan campurannya tepung terigu yang sudah kadaluarsa.

Setelah ada tahu, mie bakso formalin, susu melanin, jamu beracun, dendeng sapi campur babi, sekarang yang tengah beredar dipasaran atau disekolah yaitu nugget formalin. Untuk itu sebagai orang tua harus selalu extra memperhatikan jajanan yang dikonsumsi anak-anak di sekolah karena ternyata panganan ini banyak dijajakan di sekolah-sekolah.

Adapun beberapa ciri-ciri panduan untuk yang mengkonsumsi nugget yang tidak terdaftar atau palsu, yaitu :

  • Harga relatif murah
  • Lebih kenyal daripada nugget yang sehat
  • Warnanya lebih mencolok (efek pewarna)

Nugget merupakan makanan siap saji karena selain mudah didapat nugget juda mudah dimasak. Makanan siap saji yang dimaksud adalah jenis makanan yang dikemas, mudah disajikan, praktis, atau diolah dengan cara sederhana. Makanan tersebut umumnya diproduksi oleh industri pengolahan pangan dengan teknologi tinggi dan memberikan berbagai zat aditif untuk mengawetkan dan memberikan cita rasa bagi produk tersebut.

Makanan siap saji biasanya berupa lauk pauk dalam kemasan, mie instan, nugget, atau juga corn flakes sebagai makanan untuk sarapan.

Bagaimanapun makanan siap saji pasti mengandung zat adiktif yaitu Zat aditif merupakan bahan kimia yang dicampurkan ke dalam makanan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas, menambahkan rasa dan memantapkan kesegaran produk tersebut.

Bahaya makanan siap saji termasuk nugget terhadap kesehatan dapat secara langsung maupun tidak langsung dalam jangka pendek maupun jangka panjang diantaranya merusak sistem pernafasan, kanker hati, kerusakan otak, hipertensi, ketidak mampuan belajar, gangguan saraf dan tumor otak.

Fenomena tentang makanan siap saji ataupun nugget yang palsu merupakan masalah kita bersama yang membutuhkan perhatian, bukan saja pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau Dinas Kesehatan yang harus selalu memperhatikan hal tersebut.

Kita sebagai konsumen harus tetap waspada terhadap makanan yang beredar tanpa izin produksi dan kadaluarsa yang jelas untuk tetap menjaga kesehatan keluarga.

Pemulihan Lahan di Kawasan Merapi

Pemulihan Lahan di Kawasan Merapi

Erupsi Merapi memberi banyak pelajaran bagi pertanian yang terdampak material letusan. Sesungguhnya erupsi Merapi dapat dipahami sebagai proses alami untuk mengembalikan kesuburan lahan yang terakumulasi berat oleh unsur kimia buatan. Inilah hasil analisis sifat kimiawi abu dan pasir volkan Merapi yang dilakukan Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian UGM.

Unsur Kimiawi Sifat kimiawi abu dan pasir volkan Merapi menunjukkan tingkat pH 4,9, masuk kategori masam dengan daya hantar listrik tanah rata-rata 5,1 mS per cm. Daya hantar ini merupakan ukuran banyaknya garam terlarut dalam suatu bahan. Umumnya tanaman bertahan pada daya hantar listrik kurang dari 2 mS per cm. Sehingga, tanaman sayuran dan buah-buahan, seperti lombok, melon, salak pondoh, banyak yang mati, di samping karena menahan berat akibat daunnya tertimpa bahan volkan. Demikian juga salak pondoh, akibat pucuk daun patah dan bunganya tertutup bahan volkan, sehingga tidak dapat dibuahi kemudian menjadi busuk. Pemulihannya membutuhkan waktu 2-3 tahun. Namun, abu volkan juga mengandung unsur hara, yang didominasi silika (SiO2) 54%, aluminium (Al2O3) 18%, belerang (S) 5% dan klorida (Cl) 6%. Sisanya adalah kation-kation, calsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), besi (Fe) dan unsur mikro lainnya. Unsur-unsur tersebut sangat bermanfaat bagi pertumbuhan, terutama padi, agar batangnya bisa berdiri tegak, selain untuk ketahanan dari hama dan penyakit. Belerang dibutuhkan untuk membentuk protein esensial yang tak tergantikan oleh unsur hara lain, sedangkan klorida untuk menjaga keseimbangan tekanan osmotik sel tanaman. Tingginya kandungan fosfor (P) sebesar 200 ppm, bermanfaat bagi biji untuk berkecambah serta tanaman untuk berbunga dan berbuah.

Pemulihan Lahan Melihat karakterisitik kimiawinya, tidak ada permasalahan bagi petani untuk menanami kembali lahan pertaniannya, dengan pengolahan tanah yang dalam, agar abu volkan bercampur dengan tanah asli. Walaupun begitu, ada unsur aluminium yang bersama silika merupakan penyusun kerangka tanah, tetapi jika terlarut dalam air pada pH masam menyebabkan keracunan tanaman. Tetapi aluminium ini bisa dinetralisir dengan pupuk organik atau kompos, cukup dengan pupuk kandang matang sekitar 5-20 ton per hektare di sekitar lubang tanam, mengingat kelangkaan pupuk kandang akibat banyaknya ternak yang mati.

Pemulihan lahan tidak bisa disamaratakan, karena dampak erupsi menghasilkan tipologi lahan yang berbeda-beda. Pemulihan lahan tidak hanya masalah kimiawi atau kandungan unsur di dalam bahan volkan saja, tetapi juga masalah fisik, karena bergantung pada ketebalan timbunannya, proses yang mengendapkan dan ukuran partikel bahan yang diendapkan/tertimbun. Tiga Tipologi Ada tiga tipologi lahan, (1) lahan yang langsung tertimbun awan panas, seperti di Cangkringan yang sangat tebal, dengan partikel kasar dari pasir, kerikil atau lebih besar. Penanamannya harus menunggu suhu tanah dingin oleh air hujan. Material baru tersebut masih bersifat loose (rapuh atau belum terikat menjadi struktur yang kuat), sehingga mudah terbawa angin atau air hujan. Perlu hati-hati terjadinya erosi lahan dengan kelerengan yang tinggi. Untuk radius 5 km dari puncak Merapi, sebaiknya tidak diperuntukkan tanaman musiman, tetapi tanaman kehutanan yang berakar kuat, dan mempunyai daun yang mudah lapuk, tidak seperti pinus atau akasia. (2) Lahan yang terkena lontaran bahan volkan yang tersebar luas, seperti di Muntilan, Sleman, Klaten, bahkan sampai Bogor. Apabila ketebalan bahan volkan ini kurang dari 5 cm, misalnya di Turi dan Tempel, Sleman dan sebagian wilayah Srumbung, Magelang, tanah dapat langsung diolah, apalagi jika material yang diendapkan adalah debu halus, yang justru meningkatkan kandungan hara. Namun, yang ketebalannya lebih dari 10 cm, diperlukan pengolahan tanah yang dalam, agar tanah aslinya tercampur.

Penambahan bahan organik sangat penting, terutama jika yang terendapkan adalah bahan-bahan kasar. Kerikil harus dipisahkan dari lahan, paling tidak pada lubang tanam, karena mengganggu perakaran. Karena juga mengandung unsur hara nitrogen (N) dalam jumlah sangat rendah, diperlukan tanaman legum untuk menambat nitrogen, bisa sebagai tanaman sela, penutup tanah, ditanam di sekitar lahan atau dengan menambahkan mikrobia penambat nitrogen. (3) Lahan yang tertutup lahar dingin di kanan-kiri atau yang dilewati sungai, yang mengalir hingga Kali Code, Opak, dan Progo. Material lahar dingin berupa material halus hingga kasar. Karena terbawa air, kemasaman material yang terendapkan dan daya hantar listriknya menurun. Tetapi kandungan unsur haranya banyak yang tercuci, sehingga lebih rendah kesuburannya dibanding bahan volkan. Jika banjir lahan dingin berlangsung lama, akan mengganggu pemulihan sektor pertanian. Diperlukan pemahaman mengenai tipologi lahan, batas-batas, luas cakupan dan intensitasnya, sehingga pemulihannya bergantung pada karakteristik masing-masing tipologinya. Pemulihan lahan memang tidak perlu menunggu sekian tahun, karena dapat dipercepat dengan menambah unsur hara dengan pupuk kandang. Pengertiannya, tanah yang subur adalah tanah yang mengandung bahan-bahan mineral dan organik. Apabila bahan mineral sedikit menyediakan unsur hara, maka hara dapat diberikan dengan pupuk organik dan anorganik.

Selain itu, diperlukan pemulihan irigasi, agar lahan pertanian dapat pulih dalam waktu singkat. Sesungguhnya yang teramat penting adalah memulihkan secepatnya semangat petani lereng Merapi untuk kembali mengolah lahannya. Yang dibutuhkan, dukungan pemerintah, berupa ketersediaan bibit, mesin pencacah untuk pengomposan dan air irigasi. Keterpaduan antara peternakan dan pertanian sangat membantu, karena dari ternak akan tersedia pupuk organik yang cukup. q - c. *) Dr Ir Benito Heru Purwanto, Pengelola S2 Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian UGM.

Sumber : www.kr.co.id

Sekilas Aka Depok

AKA CARAKA NUSANTARA (AKA DEPOK) didirikan oleh Yayasan Pendidikan Caraka Nusantara (YPCN) pada tahun 1992 dalam rangka menyediakan tenaga-tenaga terampil yang saat ini masih sangat diperlukan, khususnya sebagai calon-calon manager menengah/supervisor.

Sesuai dengan konsep awal, AKA CARAKA meyelenggarakan pendidikan Program D3 Kimia Analisis (DIII Kimia Analisis) untuk menghasilkan tenaga ahli dibidang analisis kimia. Dengan memperhatikan perkembangan selanjutnya, maka kurikulum disesuaikan dengan lapangan kerja yang masih terbuka luas.

AKA CARAKA adalah satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta di Kopertis Wilayah III Jakarta yang menyelenggarakan Program Diploma III Kimia Analisis.

Kimia Analisis memegang peranan penting dalam meningkatkan daya saing produk industri dan juga menjadi landasan yang kuat untuk menegakkan kewirausahaan industri kecil dan menengah. Kurikulum AKA CARAKA disusun mengikuti struktur Standar Kompetensi Nasional Bidang Kimia Analitik dan selalu disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja. Proses belajar mengajar dilaksanakan di gedung kampus AKA CARAKA berlantai tiga dengan luas total 2700 m2.

Selain ruang kuliah dan perpustakaan, kampus ini dilengkapi fasilitas laboratorium kimia (kimia dasar, kimia anorganik, kimia analisis, kimia fisik), fisika, mikrobiologi, dan industri kecil) yang memenuhi persyaratan pendidikan analis kimia.

Anggota Senat Akademi dan para dosen berpendidikan S1, S2 dan S3 dari Perguruan Tinggi di dalam maupun di luar negeri. Beberapa dosen berasal dari instansi Penelitian dan Pengembangan Pemerintah, Perguruan Tinggi Negeri dan Industri

Kurikulum dibagi menjadi 60% praktikum dan 40% kuliah. AKA CARAKA mengadakan kerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pasti (FMIPA), Jurusan Kimia, UI untuk pelaksanaan Praktikum Analisis Instrumen.

Secara keseluruhan waktu studi di AKA CARAKA berlangsung selama 6 semester dan dilengkapi dengan berbagai seminar/Kuliah Umum dari tenaga-tenaga ahli/dosen tamu dan melakukan kunjungan ke industri maupun ke lembaga-lembaga penelitian. Proses studi diakhiri dengan ujian tulisan dan ujian lisan dalam suatu seminar dan sidang laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Industri. Bagi mahasiswa/i yang berprestasi memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa atau hibah penelitian dan kewirausahaan dari DIKTI .


Lulusan AKA CARAKA dapat bekerja di hampir senua semua sektor pembangunan. Lapangan kerja utama adalah industri kimia (seperti industri polimer, petrokimia, tekstil dan semen/keramik) dan industri-industri yang melibatkan proses kimia (seperti industri perminyakan, makanan, minuman, farmasi dan kosmetik) serta di lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan.

Sampai saat ini permintaan tenaga lulusan AKA CARAKA belum dapat terpenuhi sepenuhnya dalam hal kuantitas karena tingginya permintaan. Lebih dari 90% lulusan AKA CARAKA mendapat pekerjaan kurang dari tiga bulan bahkan beberapa diantaranya sudah mendapat pekerjaan sebelum lulus. Lulusan AKA CARAKA juga dapat melanjutkan pendidikan ketingkat sarjana melalui program ekstensi di Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta.


AKA CARAKA menyadari sepenuhnya tentang masih banyaknya program studi dibidang kimia, yang masih bisa dan perlu dikembangkan.

Dua langkah penting yang dapat ditempuh AKA CARAKA adalah:


1. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, AKA CARAKA tetap berusaha mencari peluang untuk melakukan kerja sama, baik dengan Industri, Perguruan Tinggi negeri maupun swasta.
2. AKA CARAKA selalu berupaya untuk membina hubungan yang baik dengan pihak industri agar diciptakan visi yang sama antara AKA CARAKA sebagai pendidik calon pekerja dan pihak industri yang menyerap tenaga tersebut untuk kepentingan usahanya.

Visi & Misi AKA Depok

VISI

Menjadi Perguruan Tinggi unggulan berbasis kompetensi Kimia Analisis yang mampu bersaing sesuai dengan perkembangan Industri di tingkat Nasional dan menumbuhkan jiwa Wirausaha.

MISI

  • Menyelenggarakan pendidikan kimia analisis berstandar nasional dengan biaya terjangkau.
  • Menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada lulusan AKA CARAKA NUSANTARA (AKA Depok) dengan menyelenggarakan pelatihan untuk pembekalan keahlian berwirausaha (life skill) kepada lulusan AKA CARAKA NUSANTARA (AKA Depok).
  • Mengikuti perkembangan/perubahan standar kompetensi kimia analisis di industri dengan mengimplementasikan ke dalam materi pembelajaran.
  • Menjalin kerjasama dengan industri dan pemda setempat.

Laboratorium di atas selembar kertas

Written By AKADEMI KIMIA ANALISIS CARAKA NUSANTARA on 27 Desember 2010 | 23.00

Laboratorium di atas selembar kertas

Para ilmuwan di Amerika Serikat telah membuat perangkat kertas sekali pakai untuk menguji kemurnian air minum dengan biaya rendah.

George Whitesides, Zihong Nie dan kolega di Harvard University, Cambridge, Amerika Serikat telah merancang kertas elektrokimia berbasis perangkat yang dapat mendeteksi kecil konsentrasi ion logam berat di dalam air.

Ion logam berat seperti merkuri, timah, dan kadmium yang beracun, dan bahan-bahan yang tidak dapat didaurulang dapat masuk ke dalam manusia dan binatang melalui air minum. Perangkat sederhana berupa selembar kertas dapat mendeteksi ion logam tersebut dalam air pada tingkat serendah satu bagian per miliar (ppb), yang jauh lebih rendah dari panduan nilai Organisasi Kesehatan Dunia

Dengan keunggulan berupa biaya produksi rendah, kertas berbasis perangkat analitis diharapkan dapat digunakan di negara-negara berkembang. “Kertas perangkat diagnostik yang kami ciptakan ini dapat digunakan oleh keluarga rumah tangga dengan sumber daya terbatas untuk menguji keamanan air minum mereka, “papar Nie.

Perangkat ini terdiri dari tiga karbon dan perak elektroda tinta yang tercetak di atas selembar kertas atau polyester film. Saluran Microfluiditas dibuat dari polimer berpola di atas kertas dan bentuk hambatan hidrofobik membatasi cairan di saluran dan di atas elektroda.

Tim mengatakan bahwa perangkat ini bersifat serbaguna dan bisa memiliki banyak kegunaan lain. Misalnya dalam diagnosis medis penyakit seperti HIV, tuberkulosis dan malaria atau pemantauan lingkungan di daerah berkembang. “Ini juga dapat diaplikasikan pada inspeksi makanan untuk rumah tangga biasa,” tambahnya Nie.

“Penemuan ini adalah aplikasi yang baik dari penggunaan mikrofluida berbasis kertas. Penggabungan elektrokimia membuka berbagai kemungkinan memperluas jumlah tes yang dapat dilakukan, ‘komentar David Holmes, seorang ahli dalam mikrofluida biosensors dan perangkat biomedis di University College London, Inggris.

Sumber : www.chem-is-try.org

Lemak berubah menjadi energi

Bagaimanakah lemak berubah menjadi energi?

Lemak adalah sumber utama energi untuk banyak organisme seperti halnya karbohidrat, dan nutrisi lainnya. Walaupun, struktur molekulnya sangat berbeda, secara mengejutkan katabolisme lemak sama dengan nutrisi lainnya. Dengan kata lain, beraneka ragam molekul dengan berbagai molekul akhirnya memecah menjadi karbondioksida (CO2), air (H2O), dan ATP, yang merupakan aliran energi.

Katabolisme mengikuti tiga langkah umum untuk semua jenis nutrisi termasuk lemak dan karbohidrat. Langkah pertama adalah konversi molekul kecil lemak dan karbohidrat menjadi asetil koA. Berikutnya, adalah proses oksidasi asetik koA dalam siklus asam sitrat (siklus asam trikarboksilat, atau siklus TCA) menghasilkan air, karbondioksida, dan elektron, secara berkelanjutan, asetil koA mengubah bentuknya menjadi zat antara seperti sitrat dan fumarat. Pembentukan karbon dioksida pada tahap kedua dilepaskan ke luar oleh sistem respirasi 9pernafasan) dan elektron-elektron digunakan dalam langkah terakhir, yakni sistem transpor elektron, sejumlah ATP dan air dihasilkan dengan reaksi berantai. Reaksi kimia pembentukan air secara sederhana dapat ditulis sebagai :

2H+ + 1/2 O2 + 2 e- → H2O

Kesimpulannya, tidak masalah jenis zat apapun yang dimasukkan dalam tubuh, tahap-tahap dasar yang digambarkan di atas selalu sama.
Lemak dan karbohidrat, seperti dua kereta yang berdampingan menuju satu stasiun, berubah menjadi senyawa umum, asetil koA. Namun,perbedaan antara lemak dan karbohidrat adalah pada proses pembentukan asetil koA.

Mula-mula karbohidrat mengurai menjadi glukosa atau monosakarida lainnya, kemudian berubah menjadi piruvat dan akhirnya menjadi asetil koA. Di sisi yang lain, lemak berubah menjadi asam lemak dan gliserol oleh sistem pencernaan, dan setelah itu, asetil koA dibentuk dari asam lemak melewati proses yang disebut sebagai oksidasi-β.

Karbohidrat à glukosa àpiruvat àasetil koA
Lemak à asam lemak + gliserol àasetil koA.

Hubungan Metabolisme antara Glukosa dan asam lemak. (Atas izin Dr. Marcel Blanchaer)

Kelebihan energi dalam organisme biasanya disimpan dalam sel lemak dalam bentuk triasilgliserol. Ketika energi dibutuhkan, sebagai contoh, ketika melakukan olahraga, hormon akan memicu aktivitas lipase triasilgliserol, yang merupakan enzim yang penting dalam penguraian lemak. Lemak akan memecah menjadi asam lemak dam gliserol oleh enzim, kemudian dibawa oleh serum albumin ke dalam aliran darah untuk menuju sel di mana membutuhkan bahan bakar (sumber makanan). Di tempat sel tujuan, asam lemak masuk ke dalam mitokondria dan tiga tahap dasar (oksidasi β hingga asetil koA, siklus TCA dan transfer elektron) akan diikuti untuk menghasilkan ATP.

Secara umum dikatakan bahwa 20 menit berolahraga dibutuhkan untuk membakar lemak secara efisien. Hal ini bukanlah mitos, tapi merupakan skenario yang dipahami secara ilmiah. Konsep intinya adalah enzim membutuhkan suhu yang tepat untuk bekerja secara efisien. Dalam hal ini, lipase triasilgliserol bekerja paling baik pada suhu yang didapat setelah berolahraga selama 20 menit. Kurang dari 20 menit, maka hanya asam lemak yang mengambang di aliran darah saja yang digunakan, karenanya, setidaknya 20 menit berolahraga dibutuhkan untuk membakar lemak dalam tubuh.


Sumber : www.chem-is-try.org

Tips Mengendalikan Kolesterol Anda

Written By AKADEMI KIMIA ANALISIS CARAKA NUSANTARA on 29 Juli 2010 | 22.06

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikan kolesterol Anda:

Diet

Konsumsi makanan yang rendah lemak dan kolesterol. Misalnya dengan mengkonsumsi susu tanpa lemak dan mengurangi konsumsi daging. Pilihlah makanan dengan kandungan lemak tak jenuh daripada kandungan lemak jenuh. Minyak yang digunakan untuk menggoreng secara berulang-ulang dapat meningkatkan kadar kolesterol, maka ada baiknya Anda mengurangi konsumsi makanan yang digoreng.

Konsumsi makanan berserat

Lebih banyak mengkonsumsi makanan berserat seperti gandum, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan. Jenis makanan ini dapat menyerap kolesterol yang ada dalam darah dan mengeluarkannya dari tubuh.

Konsumsi antioksidan

Antioksidan banyak terdapat dalam buah-buahan seperti jeruk, strawbery, pepaya, wortel, atau labu. Mengkonsumsi bawang putih secara teratur juga dapat menurunkan kadar kolesterol.

Hindari alkohol dan merokok

Dengan merokok atau mengkonsumsi alkohol, kolesterol akan mudah menumpuk dalam aliran darah.

Olahraga

Berolahraga secara teratur sesuai dengan umur dan kemampuan. Jaga agar berat tubuh Anda tetap ideal.

Kolesterol dan penyakit Jantung

Kolesterol dan penyakit Jantung

Siapa yang tidak mengenal Kolesterol. Kolesterol adalah lipid yang sangat dikenal karena keterkaitan antara level kolesterol dalam darah dengan penyakit jantung. Kolesterol disintesis dalam liver dan hampir dijumpai disemua jaringan tubuh. Walaupun Kolesterol dijumpai dibanyak makanan tetapi kita tidak memerlukan karena tubuh kita mensintesis sendiri kebutuhan kolesterol kita. Konsumsi kolesterol yang tinggi dapat dilihat dari kadar kolesterol yang tinggi dalam aliran darah. Kelebihan kolesterol akan terakumulasi pada dinding arteri yang akan menghambat aliran darah, penyakit system sirkulatori ini kita kenal sebagai atherosclerosis dan penyebab utama penyakit jantung. Perjalanan Kolesterol melalui aliran darah terkemas bersama partikel-partikel lain seperti, kolesterol ester, fosfolipid dan protein.partikel-partikel tersebut diklasifikasikan berdasarkan density. Partikel LDL (low density lipoprotein) membawa kolesterol dari hati ke jaringan lain. Reseptor dipermukaan sel-sel tubuh berikatan dengan partikel LDL, membawa kolesterol untuk digunakan dalam sel. Sedangkan HDL (high density level) adalah penangkap kolesterol, ia melepaskan kolesterol dari permukaan membran dan membawa kembali ke hati. Dan selanjutnya akan diubah menjadi asam empedu.


LDL sering disebut kolesterol jahat sedangkan HDL disebut kolesterol baik. Tahukah kamu makin banyak kolesterol yang kita makan maka makin sedikit yang disintesis oleh tubuh. Tetapi bukan berarti dengan memakan makanan dengan kandungan kolesterol tinggi tidak berpengaruh terhadap jumlah total kolesterol dalam darah sebab konsumsi kolesterol akan menghambat sintesis reseptor LDL dan akan mengurangi kemampuan sel untuk membawa LDL masuk ke dalam sel target. Akibatnya lipid akan tertumpuk pada pembuluh darah.


Kolesterol dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit. Kolesterol yang tinggi tidak hanya dialami oleh orang yang bertubuh gemuk, tapi orang yang kurus tidak berarti kolesterolnya rendah. Ini juga dapat menimpa orang-orang yang masih muda. Berbagai kalangan umur, harus berusaha menjalani pola hidup yang sehat agar dapat menjaga kolesterol dalam darahnya tetap normal.

Tahun 2011 dinobatkan sebagai Tahun Internasional Kimia 2011


Kabar gembira buat semua pecinta kimia, karena dua tahun mendatang tepatnya tahun 2011 dinobatkan sebagai Tahun Internasional Kimia 2011 (International Year of Chemistry – IYC 2011 – Our Life , Our Future). Gagasan Tahun Internasional Kimia 2011 ini pertama kali dicanangkan pada bulan Agustus 2007 pada pertemuan umum The International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) di Turin Italia. Gagasan ini ternyata disambut baik oleh dewan PBB dan pada pertemuan PBB bulan Desember 2008, IUPAC dan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyetujui untuk merayakan tahun 2011 sebagai Tahun Internasional Kimia. Tahun 2011 juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun penghargaan Nobel Prize Kimia untuk Mme Maria Sklodowska Curie, yang berarti juga peringatan akan kontribusi wanita ke ilmu sains.

Peranan kimia dalam kehidupan manusia begitu penting, seluruh materi baik padat, larutan dan gas tersusun dari berbagai unsur-unsur kimia dan bahkan seluruh proses kehidupan ditentukan oleh berbagai reaksi kimia. IUPAC dan UNESCO menyadari sudah saatnya untuk memperingati keberhasilan kimia dan sumbangannya bagi kehidupan manusia.

“Tahun Internasional Kimia akan meningkatkan apresiasi global terhadap perkembangan ilmu kimia dalam kehidupan kita dan masa depan kita. Saya berharap peringatan ini dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia dan meningkatkan ketertarikan kaum muda akan ilmu sains serta memberikan masa depan yang cerah bagi masa depan kimia”, sambutan dari Ketua the International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC), Professor Jung-Il Jin pada pertemuan PBB.

“Saya menyambut kesempatan untuk memperingati kimia sebagai salah satu dasar dari ilmu sains,” ujar Koichiro Matsuura, Direktur Umum UNESCO, “Meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia adalah suatu hal yang sangat penting dalam rangka menjawab tantangan pembangunan yang berkesinambungan. Adalah hal yang mutlak bahwa kimia berperan penting dalam membangun sumber alternatif energi dan menghidupi populasi dunia yang terus berkembang” tambahnya.

Dalam memperingati Tahun Internasional Kimia 2011 akan direncanakan berbagai aktivitas dan event baik regional, nasional dan internasional yang didukung baik dari asosiasi kimia nasional, institusi edukasi, industri, pemerintahan dan organisasi non-pemerintahan. Aktivitas dan event ini berusaha memperkenalkan kepada publik luas tentang peranan kimia, memberikan solusi terhadap tantangan global, dan membangun generasi muda yang peduli terhadap sains.

Situs chem-is-try.org juga akan turut aktif menyukseskan Tahun Internasional Kimia 2011 dengan berusaha bekerjasama dengan beberapa instansi yang peduli dengan sains. Jika kamu punya ide atau masukan untuk menyukseskan Tahun Internasional Kimia 2011, silahkan tulis pada bagian komentar artikel ini. Kami tunggu ide dan masukannya.

Sumber : http://www.chem-is-try.org

Kurikulum dan Mata Kuliah Akademi Kimia

Written By AKADEMI KIMIA ANALISIS CARAKA NUSANTARA on 27 Juli 2010 | 16.35

KURIKULUM

Kurikulum AKA CARAKA disusun secara kompak dan efisien, tetapi informatif dan sesuai dengan kebutuhan industri, perdagangan, dan penelitian.. Bahan ajar baru menggantikan bahan ajar lama. Matakuliah baru menggantikan matakuliah lama. Tidak ada penumpukan bahan ajar, beban belajar tetap rasional, tidak membengkak. Untuk menjamin keberlangsungan sifat ini, AKA CARAKA memiliki Unit Kajian Kompetensi.
Mulai tahun 2004, struktur bahan ajar kimia analisis di AKA CARAKA, telah mengikuti struktur analisis kimia masa kini. Struktur yang tidak membedakan antara analisis jenis dan analisis jumlah, antara analisis klasik dan analisis instrumental; struktur yang tidak dominan ke ilmu kimia tetapi mengarah ke sains analitik.
Kurikulum AKA CARAKA juga memuat pembekalan untuk berwirausaha dalam bidang kimia atau bidang yang dikendalikan melalui analisis kimia dan Matakuliah khas AKA CARAKA adalah Penanganan Korosi dan Proses


MATA KULIAH

Kurikulum D-3 Analisis Kimia di AKA CARAKA, berbobot 113 SKS, 80 SKS teori dan 33 SKS Praktik. Sebesar 20 SKS diarahkan untuk mengembangkan perindustrian dan kewirausahaan.

Artikel

More Article »

Alumni

More Article »
 
Support : Puisi | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Akademi Kimia Analisis Caraka Nusantara (AKA Depok) - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger